Minggu, 26 Juni 2011


Libur telah tiba, libur telah tiba. Hore, hore, hore.
Lagu Tasya ini cukup mewakili perasaan gua (ciyeee perasaan). Ya, minggu ini adalah minggu terakhir gua kuliah. Hah? Kok serasa kayak udah wisuda ya?. Gak, ini Cuma libur pasca UAS aja. Kalo di SMA, mirip libur kenaikan kelas gitu. Yes, gua naik kelas. Loh? Argh ribet amat sih ngomongnya bangke otak gua lagi error. Jadi intinya minggu ini terakhir gua kuliah (sebuah informasi yang gak memberi nilai tambah).

Senin, 20 Juni 2011

Dulu aku pernah liat papa kebelit pipis, tapi karna semua toilet dirumah dipake, jadi papa pipis di bungkus indomie.
Ini ceritaku..  Apa ceritamu..
Waktuku kecil, aku sering banget main ditangga. Aku juga sering jatuh, terus kakiku luka. Karna ga ada obat jadi kutaburin aja bumbu indomie. Ini ceritaku..  Apa ceritamu..

Minggu, 19 Juni 2011

Pernah denger istilah gender?. Jangan dulu mendefinisikan istilah ini mirip benda yang terbuat dari plastik trus dipake buat nampung air, karna gender bukanlah ember. Gender itu perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Untuk yang satu ini gua paham betul. Gua gak perlu dikasih tau cara membedakan antara wanita dan perempuan.. eh, maksud gua laki-laki dan pejantan.. eh, salah lagi.. cowok dan cewek (kali ini gua haraf benar).

Minggu, 12 Juni 2011

Gua kerasin volume tape yang lagi muter lagu RAN, "Selamat Pagi".
. . . Selamat pagi!!
Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini
Dan kukatakan: Selamat pagi!!
Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini . . .

Hmm, Gua suka banget lirik lagu ini. Gua suka suara penyanyinya. Gua gak suka mereka. Karna mereka cowok. Dan gua yakin mereka juga gak suka sama gua. Mereka penya-nyi. Gua penya-kitan. Belakangan gua mengidap penyakit komplikasi: Korengan (gejala: bakwan, tahu bunting. Eh, ini gorengan bukan korengan, ding), dan penyakit panu-panu basah. Beda dengan paru-paru basah, panu-panu basah ini dapat ditularkan oleh bayi kucing yang lahir prematur. Oke, mari kita tinggalkan penyakit-penyakit ganas tersebut dan fokus ke lagu yang lagi gua puter keras-keras buat ngebangunin temen gua, Dede (bukan nama asli), sebuah nama yang nantinya bisa dipopulerkan oleh Ian Kasela. “Dedede Dedede! Hoi!  Dedede Dedede! Hoi!”.

Selasa, 07 Juni 2011

Ada banyak slogan, adagium (semboyan) yang lekat dikepala kita, misal "Darah itu merah jenderal!" atau "Mulutmu, harimaumu!".
Nah, sekarang catet, bahwa ada satu slogan yang wajib lo tau, "Mulutmu, kentutmu!" (loh?). Ini bukan soal ada begitu banyak mulut yang suka kentut, dalam sebenar-sebenarnya perkentutan, mulai dari kentut bunyi, kentut gak bunyi, kentut statis, kentut permanen, sampe kentut genggam. Itu gak penting dibahas disini, jauh lebih penting ialah bahwa sejatinya setiap kita memiliki kentut untuk menghadiahkan kentut kita ke seseorang/sesuatu yang siap menerima kentut kita (Huaaaa.. jorok amat sih gua).

Minggu, 05 Juni 2011

Grrrrrrrrrrrr grrrrrrrrrr rrrrrr . . .
Rumah gua goyang, pohon-pohon tumbang. Gua panik. Gua lari sambil sesekali koprol menuju sumber suara. Goncangan pun berhenti seketika. Gua menatap nanar kepada sebuah benda yang ga berdosa. Ya, yang barusan itu nada getar hape gua. Temen-temen gua memprediksikan getarannya berkekuatan sekitar 6,0 skala richter. Wow! peringkat kesekian dibanding goncangan tsunami di Jepang. Dan hebatnya, gua bisa selamat. Karna pada saat terjadi goncangan gua berada dalam radius 5 meter dari benda malapetaka itu.