Rabu, 15 Februari 2012

[Review] Kening - Rakhmawati Fitri

Hei, elo, elo, dan elo yang ada di sana, siapa di antara kalian yang gak kenal Fitri Rakhmawati? 
Mmh siapa ya? 
Ehm kalo Fitri Tropica (@fitrop) kenal gak? Iya, Fitri yang aktris, model, dan presenter ‘berlebayan’yang sering nongol  tivi itu. 
Udah tau kalo doi pernah nerbitin buku yang judulnya “Kening”? 

Gue sempet kesusahan nyari buku ini karena belum ada di toko buku dan kalo pun ada pasti udah kehabisan. Huhuhu. Oke, ini cuma alibi gue aja. Sebenernya udah lama gue liat Kening di toko-toko buku, dan udah lama juga gue ngincer ini buku, tapi… tapi… Cuma ada satu kendala yang selalu memupuskan keinginan lahir batin gue, gak lain dan gak bukan adalah menyangkut masalah keuangan. Maksudnya, setiap gue mampir ke toko buku, itu selalu kebetulan dengan menipisnya komponen dan isi dompet gue. Betul, akhir-akhir ini lagi bokek gitu. Krisis cyin.  
Etdaaah, malah curhat :(

Pada saat gue mendapatkan buku ini (baca: dapet minjem), rasanya legaaaa. Karena akhirnya buku ini bisa gue lahap dengan brutal dan tanpa ampun. Melihat respon orang-orang yang udah baca, gue jadi yakin kalo buku ini keren. Banyak orang bilang buku ini berhasil membuat mereka menangis atau tertawa terpingkal-pingkal. Random abis gitu ya kesannya.   

Well, gue jadi tertarik buat review isi buku ini. Oke, cekibrot eaa qaqaaa…

Penulis     :   Rakhmawati Fitri
Harga       :   Rp 39.000 
Penerbit   :   Terrant Books, 2011
Pun mempermasalahkan keanehan di muka sang putri. Gue lalu berhenti bercerita, menunggu reaksi dari bocah-bocah menggemaskan ini, gue pun mengibas poni di kening dan melempar pandangan menerawang sambil pasang expresi merenung yang menurut gue sih rasanya sudah cukup menimbulkan efek dramatis. (Kok gak ada reaksi ya?) Uhuk. Ehem..gue mendehem dan pura-pura menghela nafas panjang. (Eh kok masih pada diem?) Hhhh...kembali gue menarik nafas dramatis. Kali ini hembusannya sengaja gue bikin terdengar lebih panjang persis iklan permen menthol. Sadar dengan efek hening dramatis yang gue buat.

Kocak. Bener-bener bikin Dor! - Deg - Hmpphh.. - Grr - dan Hiyaah! Dengan sedikit Jleb! - Err... - Hehe.. dan Hoek! - nggak lupa Huwooow!! - Awwhh - Syalala... Du du du... 

Dikala stress sedang melanda akibat mulai memasuki masa penyiksaan di bangku kuliah, Kening sukses bikin gue terkekeh-kekeh, tersenyum-senyum, tergila-gila pada isi cerita yang ditulis Fitrop. Part yang paling gue suka jelas tentang kehidupan pribadi Fitrop. Yuhuuu gue emang KEPOpers sejati.*tangan mengepal di udara* 

Begitu baca bab awal, gue langsung terperangah, terpana dan terbata.. semua dalam keraguan uwowo.. *jiaahh malah nyanyi* … dan gak nyangka juga ternyata dibalik sosoknya yang Heri alias heboh sendiri, Fitrop bisa romantis juga, terbukti dengan tulisannya di "Hello Goodbye", I could see how Fitrop really loves this Agra boy, dari segala detail kejadian dan perasaan yang ditulis Fitrop di chapter ini, membuat gue cuma bisa geleng-geleng-unyu baca plot kisah percintaan Fitrop yang penuh liku dan dilema. Halah!

Anyway, tulisan ini jadi buat gue bertanya-tanya who is this Agra boy? Cowok yang bisa membuat Fitrop gonta ganti pacar, tapi tetap menjadikan Agra sebagai benchmarknya. Gue sempet googling pula buat tau siapa sih si Agra ini. *pengakuan terlarang*

Selain tentang kisah cintanya yang bikin gue meringis “duh ngenes banget”, dan tertawa-sambil-roll-depan ketika Fitrop terpilih sebagai Mojang Favorit di Sekolahnya. Gue juga dibuat terharu dengan Surat Cinta Fitrop buat Kedua Orang Tuanya. Hiks! 

Kening membuat gue mengubah pandangan soal Fitrop.
Gue kira Fitrop ini cuma artis yang bisa ngelawak dan super lebay dalam setiap aktivitas. But, setelah baca Kening, gue jadi lebih mengenalnya sebagai sosok gadis yang memiliki kepercayaan diri besar, mimpi yang tinggi, dan kualitas pembawaan diri yang mantap. Kening menjadikan Fitrop berbeda dari apa yang ia tampilkan di layar kaca. This Fitri Rakhmawati, not Fitri Tropica! 

After all, gue terhibur dengan semua cerita-cerita Fitrop, baik yang fiksi maupun yang real kisah hidupnya. Gue bisa belajar banyak dari Kening, atas penggunaan diksi-diksi unik serta analogi-analogi imajinatifnya dalam mendeskripsikan sesuatu sehingga menjadi tulisan yang bener-bener bikin Dor! - Deg - Hmpphh.. - Grr - dan Hiyaah! Dengan sedikit Jleb! - Err... - Hehe.. dan Hoek! - nggak lupa Huwooow!! - Awwhh - Syalala... Du du du... 

Last but not least, here's the most quoted part of the book, Kamu: semangatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!