Sabtu, 30 Maret 2013


 “Misalnya setelah lulus kuliah nanti kamu mau ikut tes penerimaan CPNS, Bapak gak akan melarang. Tapi yang pasti, Bapak gak akan mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk menyogok supaya kamu bisa lulus. Kalau pun kita punya uang banyak, lebih baik uang itu Bapak kasih ke kamu untuk modal usaha. Nah, apalagi kalau gak ada uang.”
Masih teringat jelas perkataan itu ketika awal gue menduduki bangku perkuliahan. Saat itu, gue cuma membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk. Sama sekali gak pernah terpikirkan sebelumnya bagi gue untuk mengikuti seleksi CPNS. Tentu sudah gak asing kita sering mendengar banyak kabar dan suara-suara miring yang berhembus bahwa seleksi CPNS sekarang sudah gak bersih, hampir selalu terjadi kecurangan, mulai dari politik KKN, suap, hingga pungutan liar. Seolah-olah kita yang dari kalangan menengah ke bawah percuma jika bercita-cita menjadi PNS. Entahlah, mendengarnya saja gue cuma bisa mendesah panjang. Hhhhhhh! Kapan Negara ini akan maju jika orang-orang penting di dalamnya direkrut dengan cara penuh kecurangan?

Minggu, 24 Maret 2013

Apa yang ada dalam pikiran kalian kalo mendengar buku berjudul “Boys Will Be Boys”? Seorang anak laki-laki yang kehilangan jati diri dan bingung dengan orientasi seksualnya. Itu yang ada dalam pikiran gue pada suatu ketika sedang hunting buku di toko buku. Seperti biasa, gue memang sotoy.

Dulu, gue pernah menemukan seonggok buku dengan judul tersebut di atas saat mau beli buku Curcol si Rantau Kacau. Hampir aja gue khilaf beli, tapi gak jadi karena isi dompet gue kebetulan sedang dalam keadaan krisis stadium akhir. Sampai pada suatu hari, beberapa minggu yang lalu, gue gak sengaja menemukan (lagi) buku tersebut di toko buku. Lalu, seperti ada bisikan gaib yang menyuruh gue untuk mengambil buku tersebut dan membaca blurb-nya. Rupanya buku personal literature tentang kisah anak SMA. Di beberapa review di blog ini sebelumnya, gue pernah bilang kalo gue kecanduan baca genre buku personal literature. Sounds wrong, ya. Iya, gue memang gampang penasaran dengan kehidupan orang lain. Makanya, kalo gue lagi di rumah dan gak ada kerjaan, bisa dijamin rating acara infotainment pasti melonjak drastis. Sungguh sebuah realita pahit kehidupan anak muda bangsa ini.

Akhirnya gue memutuskan untuk googling, siapa tahu ada yang udah review buku ini. Rupanya benar ada, banyak yang bilang bukunya lucu. Dan, gue pun memutuskan untuk beli. Boys Will Be Boys karya Ryandi Rachman.


Judul : Boys Will Be Boys
Penulis : Ryandi Rachman
Penerbit : Bukuné
Tahun Terbit : 2012
Cetakan : Pertama
Tebal : 232 hlm
ISBN : 602-220-034-2


Kalau ada yang bilang masa SMA adalah masa paling indah, gue yang akan duluan angkat tangan. Gak ada yang pernah nyangka kalau gue harus sekelas tiga tahun berturut-turut dengan mahluk-mahluk aneh dan mengalami petualangan seru. Mulai dari bolos kelas bareng-bareng, pergi ke Dufan pertama kali, petualangan cinta yang gak pernah berhasil, sampai belajar kehilangan sahabat. Ini adalah cerita gue, si anak putih abu-abu. Dan percayalah, kami bukan alay.