Jumat, 23 Agustus 2013

Beberapa hari terakhir, kita sempat dihebohkan oleh pemberitaan tentang isu tes keperawanan untuk murid SMA di salah satu kota di Sumatera Selatan.
Tapi kali ini aku gak akan membahas hal sensitif tersebut, karena blog ini bukanlah detik.com.

Tulisan di atas cuma intermezzo, karena review buku kali ini gak ada hubungannya dengan tes keperawanan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan daerah teritorial selangkangan. Bukan. Mari kita bahas hal lain saja, seperti "gigi" misalnya.
Ya, buku yang akan di-review kali ini berhubungan dengan dunia pergigian. Sebuah catatan seorang (calon) dokter gigi dalam buku berjudul K.O.A.S — Kacaunya Obsesi Asisten Stres

Seperti apa isi bukunya? Mari kita kupas, walaupun gak dijamin tuntas. Cekicrot!



Judul : K.O.A.S; Kacaunya Obsesi Asisten Stres
Penulis : Tomy Aryanda
Penerbit : Mediakita 
Tahun Terbit : 2013
Cetakan : Pertama
Tebal : 172
ISBN : 9797944204  
Kacaunya; Buku yang berisi kumpulan cerita KACAU yang mengocok isi perut.
Obsesi; Memiliki impian menjadi seorang dokter spesialis gigi yang terinspirasi dari sengatan bau mulut mahasiswa senior.
Asisten; Menjalani hari-hari absurd sebagai koas.
Stres; Penulis diduga mengalami gangguan mental disebabkan nggak lulus-lulus. 
Tidaklah mudah hidup sebagai dokter muda koas. Apalagi jika merasakan hal-hal absurd, seperti √ Mencari Calo Pasien, √ Ditolak Dosen, sampai √ Kerasnya Dunia Koas Couple. Dan Tomy Arya Wiguna Aryanda sukses menjalaninya secara KOCAK!!!

Sabtu, 17 Agustus 2013

Menulis buku itu mudah, asal mau dan memanfaatkan peluang. Jika kamu seorang mahasiswa, maka cerita sehari-hari di kos dan kampus bisa ditulis dan dijadikan buku. Jika kamu seorang selebriti, perjalananmu dalam dunia entertainment bisa dibikin buku. Jika kamu bukan siapa-siapa, maka curhat asal-asalan tentang berbagai isu yang gak kamu mengerti pun bisa jadi buku.

Buku gak harus tebal dan formal. Buku juga gak harus baku dan kaku dengan satu tema. Buku bisa saja merupakan kumpulan tulisan random tentang pengamatan terhadap berbagai topik atau situasi. Seperti buku yang akan aku review kali ini, judulnya Student Guidebook For Dummies yang ditulis oleh seorang pelajar SMA bernama Kevin Anggara. Kalo ada yang pernah baca tulisanku tentang beberapa blogger yang akhirnya jadi penulis, maka penulis buku ini adalah salah satu contoh kecilnya.



Judul : Student Guidebook for Dummies;
 Panduan Ngaco Pelajar Keren!
Penulis : Kevin Anggara
Penerbit : Bukuné
Tahun Terbit : Agustus 2013
Cetakan : Pertama
Tebal : 260 hlm
ISBN : 6022201071 


Lo pasti tau, dong, kalo pemerintah mencanangkan wajib sekolah 12 tahun. Itu artinya sebagian hidup kita akan dihabiskan di sekolah! Panik? Sedih? Galau? Nggak perluuuu. Nih, Kevin Anggara—si pelajar absurd dan banyak akal—akan bagi-bagi tip dan trik menikmati hidup sebagai pelajar.
Trik buat melunakan keganasan guru killer? Tenang, ada tutorial senyum maut yang cocok. Mau bergaul sama anak-anak keren sekolah? Ih, ceteeeek. Pengen banyak jajan, tapi uang saku seadanya? Gampang masalah perut mah, Sob! Serem sama kakak kelas yang judes? Hmm… bikin aja doi jatuh cinta sama lo. Hihihi…
Pokoknya, nggak akan ada lagi males-malesan ke sekolah, apalagi pusing menghadapi ujian. Ucapin bye-bye sama dua hal itu! Percaya, deh, sekolah nggak melulu serius dan membosankan kalo kita tau caranya.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Di zaman yang serba teknologi ini, mungkin kita sudah nggak asing lagi dengan istilah plagiarisme. Bagi yang belum tahu, Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain, lalu menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator. (dikutip dari sini
Menurut Adimihardja (2005), plagiarisme adalah pencurian dan penggunaan gagasan atau tulisan orang lain—tanpa cara-cara yang sah—dan diakui sebagai miliknya sendiri.
Di negara tercinta ini, kita seringkali mendengar berbagai macam kasus plagiarisme. Kasus plagiat tertinggi mungkin paling sering terjadi dalam ranah tulisan/teks, lalu musik/instrumen. Gambar visual juga nggak jauh dari kasus penjiplakan, mulai dari poster, pamflet, hingga sampul film dan sampul album musik. 

Karena maraknya kasus 'kemiripan' seperti di atas, aku pun iseng melakukan investigasi terhadap sampul-sampul buku yang beredar di Indonesia. Aku coba googling, rupanya belum banyak yang mengulas. Atau mungkin memang kasusnya minim? Ah, nggak juga. Setelah diselidiki secara random dan melakukan penelitian pada beberapa sampel di lapangan *halah* rupanya ada cukup banyak sampul buku yang ada 'kemiripan'. Investigasi iseng ini juga dibantu oleh salah seorang teman baik di twitter, yaitu Mamon, yang kebetulan punya keresahan yang sama untuk menguak fenomena ini. Bukan bermaksud menjustifikasi, tapi mengangkatnya ke permukaan agar menjadi pelajaran. Bukankah batasan antara plagiat dan terinspirasi itu memang tipis? Setipis lingerie waria yang sering terjaring razia.

Sometimes, we need to judge a book by its cover. 
Berikut beberapa sampul buku yang disinyalir mempunyai 'kemiripan'.  

Selasa, 06 Agustus 2013

Beberapa minggu lalu, seorang teman di twitter bilang kalo novel terbarunya sebentar lagi segera terbit. Jadi ceritanya, diriku yang penuh pesona ini 'dipaksa' beli bukunya dan disuruh untuk review. Karena berada di bawah tekanan dan menghindari ancaman unfollow, ya, jadi terpaksa deh cari dan beli bukunya di Gramedia terdekat. Berhubung ini review by request, jadi jangan salahin aku kalo di review kali ini aku tergerak untuk mencaci maki karya seseorang. Bhahahak. 

Novel ini berjudul Love You Even More, ditulis oleh Petronela Putri. Salah seorang teman penulis yang dikenal via twitter.  



Judul : Love You Even More
Penulis : Petronela Putri
Penerbit : Media Pressindo
Tahun Terbit : Juni 2013
Cetakan : Pertama
Tebal : 192 hlm
ISBN : 9799112729


Begitu banyak kata seandainya berkeliaran di kepala Abel. Ia memang pernah menciptakan kesalahpahaman itu di masa lalu, membuat hubungannya dengan Kinar menjadi kian sulit diperbaiki. Ditambah lagi, Kinar kini tak lagi sendiri. Di jari manisnya, telah tersemat cincin pertunangan. Haruskah Abel percaya pada pendapat kebanyakan orang bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali?

Manusia bisa bahagia, salah satunya jika berada di samping orang yang mencintai dan dicintainya.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Di luar, hujan sudah tak deras.
Seorang lelaki yang duduk di dalam warung kecil di sudut desa, melepaskan pandangannya keluar lewat jendela yang terbuat dari susunan bilah bambu, yang basah terkena tempias hujan.
Lelaki itu mengangkat cangkir, lalu mereguk kopinya yang mulai dingin. Sedingin suasana di luar sana.
Maaf, aku terlambat datang.”
Seorang perempuan berbadan hampir kurus, datang menghampiri.
Lelaki itu mengangguk pelan.
“Mau tambah kopi?” tanya perempuan itu lagi.
Lelaki itu tidak menjawab. Dia mengambil rokok, lalu menyulutnya.
“Katakanlah, sudah berapa lama kau menungguku?”
Perempuan itu menatap dengan perasaan bersalah pada si lelaki.
“Hampir di separuh usiaku,” jawab lelaki itu sambil terbatuk.
“Ah, gombal sekali kamu, NdraHei, sudahlah! Jangan merokok lagi! Tidak baik untuk kesehatanmu.”
Perempuan itu dengan cekatan merampas rokok dan memadamkan nyalanya di permukaan meja yang berbahan dasar kayu.
Di luar, senja sudah berlalu.
Lelaki itu terbatuk-batuk lagi.
Di luar, tampak pohon rindang yang di atasnya bertengger sepasang burung kutilang. Burung kutilang jantan dan betina yang saling berhadapan layaknya posisi mereka sekarangRindra dan Aina.
***