Minggu, 02 Februari 2014

[Puisi] Selamat Malam, Dermawan

Selamat malam, dermawan bertinja emas...
Turunlah sejenak dari ranjangmu
Tengok ranah dan rekam jerit saudaramu
Di antara bangunan yang kucar-kacir itu, 
ada anak-pinak yang memakan cemas

Maukah kau kuberitahu kabar mereka?
Mereka—yang sebut saja—sanak saudara
Mereka—yang katanya—penyandang tunawisma
Biar kuberitahu... Mereka bukan pengemis
Mereka juga bukan kumpulan orang pesimis
Mereka hanya daging-daging hidup kurang beruntung, 
manusia-manusia malang yang sedang berkabung

Selamat malam, dermawan berupil berlian...
Memelipirlah sejenak dari rutinitas berhargamu
Dengarlah parau suara anak kecil berwajah pilu
Anak-anak yang ingusnya tak mengenal tisu
Di antara bangunan yang porak-poranda itu, 
ada keluarga tak sedarah-mu merabunkan masa depan

Suram...
Kelam...
Mereka masih sibuk meraba-raba makna bencana

---------
1 Februari 2014,
ditulis untuk Malam Puisi Palembang dalam rangka menggalang dana untuk korban erupsi Gunung Sinabung

Dibacakan oleh Dyaz Afryanto

6 komentar:

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!