Senin, 23 Juni 2014

[Review] Idolku Cantik — Dimas Abi

Setelah berkurangnya drama-drama Korea di siaran TV lokal dan mulai tumbangnya beberapa boyband/girlband dalam negeri yang berkiblat pada animo musik K-Pop, kupikir demam Korea sudah mulai surut. Rupanya aku salah, ternyata baru-baru ini terbit novel komedi berbau Koreayang bukan novel terjemahan. Aku bukan pencinta K-Pop, btw. Mungkin kalau bukan karena melihat nama Dimas Abi di sampul novel ini, aku akan berpikir dua kali untuk membelinya. 

Dengan berbekal bismillah dan berdoa supaya nggak menemukan banyak istilah Korea yang nggak dimengerti dan susah dilafalkan di novel ini, aku mulai baca... dan suka. Ini adalah novel kedua Dimas Abi yang kubaca setelah Detektif Sekolah


Judul : Idolku Cantik
Penulis : Dimas Abi
Penerbit : Bukune
Tahun terbit : April 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 232 hlm
ISBN : 602-220-123-3


Show me, show me
Aiko keuniriya!
Show me, show me
Ije na yadan nasseo


Di tengah rapat terdengar ringtone Girls Generation. Si pemilik ponsel dengan kikuk segera mematikannya. Raut muka Kiko berubah, dia terlihat sangat geram dan kesal.
“Apa perlu gue tempel peringatan segede truk gandeng; ‘SAAT RAPAT TIDAK BOLEH ADA BUNYI PONSEL! APALAGI LAGU KOREA! GUE KAGAK NGERTI LIRIKNYA!’”

***

Sebagai ketua mahasiswa yang sering memimpin demo, jelas Kiko punya karisma. Teman- teman mengagumi sikapnya yang tegas, lugas, dan beringas dalam memperjuangkan ketidakadilan.
Tapi, siapa yang menyangka di balik itu semua, Kiko adalah pencinta K-Pop terutama Girls Generation? Demi reputasi, Kiko tentu nggak mau seorang pun tahu. Dia menahan tubuhnya yang ingin bergoyang saat mendengar “Gee”—dari SNSD—diputar, pura-pura cuek dan tidak mengerti bila ada yang membahas K-Pop, sampai mengejek mereka yang menyukai cewek-cewek cantik Korea itu.
Semua makin menjadi-jadi saat mengetahui gebetannya, Cantik Inapratiwi, nggak suka banget sama Korea-koreaan. Apa yang harus Kiko lakukan saat dihadapkan pada dilema; pilih Cantik atau idolanya—Girls Generation? Yuk, kepoin Kiko! Cowok bertampang Rambo dengan hati Lee Min Ho.

Dimas Abi masih tetap lucu di Idolku Cantik. Selain lucu, kalau diperhatikan, kekuatan tulisan Kak Dimas ada di karakter yang kuat dan konsisten. Walaupun karakter utamanya, Kiko, di novel ini kayaknya malah kalah oleh karakter Dodo yang dominan bikin ketawa hingga dahaga (ceilah, bahasanya). Teh-hangat-dengan-taburan-serbuk-ketombe ala Dodo memang yang paling memorable di sini sih.

Lah, kok malah jadi bahas Dodo yang nggak seberapa itu? *skip*

Anyway, premis Idolku Cantik terbilang unik dan segar untuk ukuran novel komedi. Berkisah tentang Kiko, seorang mahasiswa yang menjabat sebagai Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di kampusnya, Institut Teknologi Peradaban Jakarta (ITPJ), yang diam-diam menobatkan diri sebagai Sone—sebutan untuk fanbase girlband Korea, SNSD a.k.a Girls' Generation—dan malah bertemu dengan gebetan yang anti-K-Pop bernama Cantik. 

Obsesi Kiko akan SNSD bermula ketika dia nggak sengaja menonton sebuah video yang menayangkan aksi panggung sekumpulan cewek berpakaian minim, joget kompak dengan koreografi tertentu, yang kemudian membuatnya terkesima. Lama-kelamaan, Kiko makin kecanduan dengan semua hal dan objek yang terkoneksi dengan SNSD, termasuk membeli album, merchandise, lightstick stiker yang bergambar para personel girlband tersebut. Iya, stiker. Penting amat, kan?

Plotnya dibuat ringan dan sederhana, apalagi dengan alur yang searah—alur maju. Tapi konfliknya terasa cukup kuat, puncak klimaksnya terasa sekali saat adegan Kiko tertangkap basah sebagai penikmat K-Pop oleh Cantik (yang notabene sudah jadi pacarnya) dengan sebuah kebetulan yang nggak biasa.

Kalau mau kritik, mungkin ada bagian-bagian plot yang agak kurang logis di novel ini. Tapi, ya, namanya juga komedi, yang kurang logis kadang malah jadi makin lucu. Sisanya, mungkin novel ini minus dalam hal teknis, yaitu penyuntingan yang... nggak teliti. Padahal editornya ada dua orang lho ini, tapi masih banyak kelewat editing kata-kata yang nonbaku. Misal:
personil —> personel
orisinil —> orisinal
supir —> sopir
respon —> respons
dipungkiri —> dimungkiri
hembusan —> embusan
seksama —> saksama

Nah, itu sedikit koreksinya. Kalau perlu koreksi lebih lanjut, mungkin Bukune bisa meminang aku jadi proofreader freelance untuk kedepannya. 
*YAELAH, MALAH JUAL DIRI*

Udah ah, sekian.

3 komentar:

  1. Hmm belum baca nih. Kupikir kayak novel korea-korea gitu. Huehehe. \:D/

    BalasHapus
  2. Oh ini buku keduanya Dimas Abi, toh.

    Sebagai cewek yang mirip banget sama Yoona, aku saranin kalian beli buku ini, ya. Dijamin gak nyesel. Good job, Rido.

    BalasHapus
  3. Waah, kayaknya keren nih buku. :D

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!