Kamis, 01 Januari 2015

Tapak Tilas 2014

Tulisan ini dibuat didasari oleh tekanan batin sebab tahun lalu terlanjur nulis Tapak Tilas 2013. Makanya, agak kurang etis kalo aku nggak merekapitulasi momen-momen bombastis tahun ini. 

Sebelum lanjut ke inti tulisan ini, mari kita kesampingkan dulu pernikahan sakral Raffi-Gigi maupun live report persalinan Ashanty sebagai peristiwa paling fenomenal tahun ini. Karena yang akan diulas di bawah nggak akan ada korelasinya dengan berita sejuta umat tadi. 

Berikut ini adalah semacam kaleidoskop yang patut dikenang oleh seluruh umat manusia diri pribadi. Jadi, apa yang ada di urutan pertama?


1. Resmi jadi PNS
Alhamdulillah, terhitung bulan April tahun 2014 resmi jadi Pegawai Negeri Sipil seutuhnya. Yang berarti, gaji pun jadi utuh. Ahem.




2. Gabung komunitas baru
Tahun ini lebih banyak terlibat di kegiatan komunitas. Kerjaan kantor jadi cuma semacam sidejob. Semenjak komunitas NulisBuku Club Palembang mulai vakum karena sebagian anggotanya makin sibuk dengan urusan mahapenting masing-masing dibanding nulis-dan-nulis, aku jadi malah aktif di komunitas lain. (Fyi, walaupun jarang kopdar, di beberapa kesempatan NBCPalembang sempat talkshow di radio dan diliput koran lokal). Sebagai 'pelarian' biar nggak bosan-bosan amat mendekap di rumah terus, jadi aku tiap bulan rutin menyibukkan diri di perhelatan #MalamPuisi Palembang—tempat kumpul para penggiat puisi


Tahun ini nggak cuma sok sibuk terjun langsung di aktivitas lapangan, tapi juga cukup sibuk di media sosial. Bermula dari ajakan segelintir teman-teman di Twitter untuk bikin wadah peduli sesama, tanggal 16 Januari 2014 terbentuklah akun @bookaholicfund yang mana berfokus pada kegiatan virtual penyaluran amal lewat buku. Tagline-nya: Buku untuk Kemanusiaan. 

Kopdar perdana #KruBFG


3. Jumpa Penulis
Tanggal 5-6 April 2014, menyempatkan hadir ke event Kompas Gramedia Fair sekaligus Festival Gramedia Pustaka Utama dalam rangka ulang tahun yang ke-40 di Jakarta Convention Center. Omong-omong, ini event buku paling besar yang pernah kuhadiri. Di sana, nggak sia-siain kesempatan dong buat foto bareng beberapa penulis. Hahaha.

Abaikan posenya yang statis!


4. Mulai kuliah lagi
Setelah stop out permanen dari fakultas ilmu komputer Unsri di awal tahun 2013, tahun ini aku mulai kuliah lagi dari awal. Sebagai pelumas otak biar nggak kekurangan asupan ilmu pengetahuan, pun sebagai tuntutan pekerjaan. Jadi, ya, begitulah... sekarang aku nyasar jadi mahasiswa fakultas hukum di Universitas Palembang. Semoga nggak salah jurusan (lagi).



5. Buku Antologi Terbit
Buku antologi keempat yang masuk toko buku. Judulnya Cerita Gokil Anti-Mainstream di Sekolah, terbitan Media Presindo. Produktivitas menulis tahun ini kayaknya makin menurun dari tahun sebelumnya. Terbukti dengan kenyataan bahwa cuma sedikit sekali lomba nulis yang diikuti. Apalagi semenjak flashdisk yang berisi file-file penting lenyap entah ke mana. Tapi, di balik kemalasan itu, ada pencapaian penting tahun ini: naskah novel duetku akhirnya kelar diketik! (walaupun belum terbit)



---------

Yak, demikianlah tapak tilas 2014 yang nggak menarik-menarik amat untuk disimak. Sebenarnya banyak kejadian heboh yang lebih menggegerkan dunia yang pantas ditulis di sini, tapi mengingat keterbatasan daya ingat pemilik blog ini, ya harap maklum.

So, ready to face the upcoming year's challenges in a better way? Yes, I'm ready!

6 komentar:

  1. Keren, Kak do.
    Ditunggu novel duetnya terbit :)

    Ganti fakultas ya sekarang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Ju! Ditunggu juga novel duetmu terbit! :))

      Hapus
  2. Gaya kak do foto itu sama semua ya..........

    BalasHapus
  3. Waaah judul novelnya apa ni? Terbitnya kapan?

    BalasHapus
  4. Keren

    http://andrianryudo.blogspot.com/2015/01/ini-bukan-penyakit.html

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!