Rabu, 27 Mei 2015

[Review] Oen Makin Koenyol: Maen Mulu — MEDZ

Kalau kita lebih dulu mengenal karakter Si Juki ciptaan Faza Meonk atau karakter Grey & Jingga rekaan Sweta Kartika, maka nggak ada salahnya kita kenalan dengan karakter komik lokal yang satu ini. Tampang ceria, rambut gondrong menutupi telinga, badan kurus, baju-celana apa adanya, dan pakai sandal jepit. Ya, itulah gambaran karakter Oen di komik Oen Makin Koenyol karya MEDZ. Yuk ah, kenalan lebih lanjut~



Judul : Oen Makin Koenyol: Maen Mulu
Penulis : MEDZ (@medzkreatif) 
Penerbit : Moka Media
Tahun terbit : 2015
Cetakan : Pertama
Tebal : 117 halaman
ISBN : 9789797959883 

Liburan yang panjang memang selalu dinantikan untuk jalan-jalan sekadar refreshing dari rutinitas sekolah. Petualangan OEN pun dimulai. Ia mengisi liburan sekolahnya dengan berbagai aktivitas seru dan menyenangkan. Banyak kejadian kocak yang dialami OEN seperti ketika berkunjung ke water park dan kebun binatang bersama temannya serta masih banyak lagi tingkah laku koenyolnya. Mau tahu sekocak apa si OEN mengisi liburannya? Ikuti petualangan koenyol si OEN dalam edisi "Maen Mulu" ini!


Oen Makin Koenyol: Maen Mulu adalah komik edisi lanjutan setelah Oen Makin Koenyol: Canda-Canda Pelajar Kocak yang terbit tahun 2014. Karakter Oen sendiri sebenarnya sudah dibikin sejak tahun 2011, tapi dulu cuma muncul dalam bentuk komikstrip di fanpage Facebook. Bukan, komikstrip bukanlah komik yang menari dengan gerakan merangsang secara berangsur-angsur menanggalkan pakaiannya. Karena komikstrip bukanlah komikstriptis.

Pertanyaan yang muncul ketika membaca judul komik ini adalah: Kenapa namanya Oen (bukan dibaca: Un)? Kenapa bukan Owen, biar kayak pemain bola. Lalu, kenapa makin? Aku sih mikirnya ini semacam penekanan jenjang istilah seperti comparative degree dalam pelajaran bahasa Inggris; Oen koenyol aja - Oen makin koenyol - Oen koenyol banget. Yang terakhir, kenapa koenyol? Bisa jadi karena koenyol adalah koentji.

Oke, garing -___-

Selaras dengan sub-judul yang dipakai, yaitu "Maen Mulu", edisi komik ini menceritakan kegiatan Oen yang kerjanya main melulu selama liburan sekolah, mulai dari berenang di musim panas sampai berpetualang di kebun binatang. Di sini juga muncul beberapa karakter teman Oen yang nggak kalah koenyol, seperti Tiffany yang imut dan pintar, Krebo yang hobi berpetualang, dan Gembul yang baik hati dan setia kawan. Karakter pelengkap inilah yang bikin komik ini makin segar dan ramai untuk ukuran komik yang cuma 100-an halaman.

Komik lokal ini dikemas atraktif, warnanya nggak cuma hitam putih, lebih visual, dan tentu saja lucu—kalau yang bacanya anak-anak. Karena jokes-nya terlalu ringan buat orang dewasa. Eh, tapi ada sih bagian yang entah kenapa lucu aja. 

Krebo: "Hoeks, air lautnya asin banget."
Oen: "Tambahkan kecap aja, Bo." 

Sumpah, kalau di percakapan sehari-hari itu kayaknya garing banget, tapi visualnya di komik ini bikin ngikik. Ha haha haha ha. 

Setelah baca komik ini, aku makin yakin kalau sudah saatnya komikus lokal unjuk gigi lewat karya-karya nyata dan nggak malu untuk mempublikasikannya. Aku juga mengapresiasi penerbit yang mau menerbitkan buku komik dari komikus lokal (bukan cuma komik adaptasi dari luar), walau mungkin nggak banyak dibeli karena target pasarnya kurang luas. 

Maju terus komikus lokal!

10 komentar:

  1. Hahahaha. Lucu, do. Koenyol adalah koentji. Entah kenapa pengen ngakak baca kalimat ini.
    Terus, komikstriptis. Parah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Terima kasih, Haris Striptis.

      Hapus
  2. Sekalian sama Saus, gula, sama merica ya biar gak keasinan. :D
    duh, abis baca review haris, en kamu, pengen punya. Menurutmu aku beli apa pinjam? Bhuakakakakak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli aja, biar komik Indonesia makin maju. Eh, aku sama Haris nggak beli sih, tapi dikasih. Haha

      Hapus
    2. Beli aja deh... Kalau komiknya lucu pasti aku suka... :D

      Hapus
  3. Krebo: "Hoeks, air lautnya asin banget."
    Oen: "Tambahkan kecap aja, Bo."

    Harusnya yang bagian itu kasih foto komik yang ente maksudkan bro. Jadi para pembaca yang belum baca buku ini jadi bisa ngebayangin gimana lucunya.

    Btw, koenyol ini bacannya kunyol atau gimana sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dih, banyak rasan kau ni. Banyak tanyo.

      Hapus
  4. Bagus nih buku bia ngakak bacanya..!!

    BalasHapus
  5. Sayangnya gak ada cinta cintaannya :'D
    Haha kurangnya itu #plak

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!