Rabu, 02 Desember 2015

Beberapa Sampul Buku yang Punya 'Kemiripan' #4

Sudah baca Beberapa Sampul Buku yang Punya 'Kemiripan' 1, 2, dan 3? Jadi, tulisan ini semacam sekuelnya. (((SEKUEL)))

Aku pernah baca buku Steal Like an Artist karya Austin Kleon, dan ada kutipan menarik. "Sembilan dari sepuluh orang yang menyebut sesuatu 'orisinal', biasanya tidak tahu rujukan atau sumber aslinya. Begitu kata Jonathan Lethem. Seniman yang baik menyadari bahwa tak ada yang muncul tiba-tiba. Tak ada yang seratus persen asli."

Kalau kita mengamini kutipan di atas, tentu kita nggak akan lagi berusaha untuk menciptakan sesuatu dari nol, dan mulai mencari inspirasi sebanyak-banyaknya. Tapi selalu ada masalah lain yang muncul, yaitu ketika kita terinspirasi dengan cara yang salah. Inspirasi tanpa referensi. 

Katakanlah kita sedang berkunjung ke distribution store (distro), lalu kita naksir dengan sebuah baju berwarna merah yang motifnya berbeda dengan yang lain, dan kita ingin membelinya. Setelah baju tersebut dibeli maka kecil kemungkinan kalau baju dengan motif yang sama akan dipakai oleh orang lain—karena biasanya produk distro itu eksklusif, nggak diproduksi secara massal. Nah, sistem seperti distro ini kadang nggak berlaku untuk jasa penyedia thumbnail sampul buku. Ada gambar yang sudah dibeli oleh satu penerbit, ternyata masih bisa dibeli oleh pihak lain. Jadi, apa bedanya kayak transfer mp3 lewat bluetooth?

Setelah cukup lama absen melakukan investigasi perihal sampul buku yang mirip ini, akhirnya kemarin dapat ilham dari seorang pembaca blog yang tiba-tiba mengirim surel menanyakan lanjutan penelusuran ini—seolah-olah dia adalah Potterhead yang menagih buku ke-8 dari serial Harry Potter. Halah.

Jadi, inilah beberapa sampul buku yang terancam punya kemiripan dilihat dari kacamata orang kurang kerjaan.


1. Berjuta Rasanya (Mahaka, 2012) & Katastrofa (Moka Media, 2014)

Daun pohonnya sama-sama full color

==========

2. Lolita (Serambi, 2009) & Me and You Versus The World (Wahyu Media, 2012)

Sampulnya menggambarkan tema: om-om hilang arah yang naksir cewek belasan tahun

==========

3. Supernova: Akar (Bentang Pustaka, 2012) & The Circle (Knopf, 2013)

Kalau yang kanan latarnya hitam, Supernova Series banget~

==========

4. Get Lost (BIP, 2013) & Kata Kota Kita (GPU, 2015)

Mungkin keduanya sama-sama terinspirasi dari Google Maps

==========

5. The Espressologist (Noura Books, 2012) & The Favorite Goodbye (GagasMedia, 2015)


Oh, ayolah... Masih banyak kedai kopi yang bisa jadi objek foto

==========

6. Kompromi Dua Hati (GPU, 2013) & Long Distance Hearts 3 (Bukune, 2014)

Carilah 5 perbedaan dari gambar berikut!

==========

7. Revenge of the Girl with the Great Personality (Point, 2013) & The Alpha Girl's Guide (GagasMedia, 2015)



Yang kanan itu lipstik dengan kearifan lokal


==========

8. The Spy Who Loved Me (Penguin Books, 2009) & Interlude (GagasMedia, 2014)


Btw, yang sebelah kanan itu pemenang Pewajah Sampul Buku Terfavorit (Kategori Fiksi) di Anugerah Pembaca Indonesia 2014. Ehe~



"Apakah orisinalitas itu? Plagiarisme tak terdeteksi."  William Ralph Inge 

12 komentar:

  1. Yeaaaay! Akhirnya sekuel sampul mirip terbit juga! Makasih, Do! Sebagai Sampul-Mirip-Head, dahaga saya terpenuhi.

    Yang paling mirip banget No. 5 dan No. 6 ya. Hmmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah. Nyomot dari google, mungkin.

      Padahal kalo butuh foto kedai kopi yang artistik, tinggal koprol ke J.co

      Hapus
  2. No 5 di kedai kopi mana tuh? Kok samaan.

    BalasHapus
  3. Nomor 5 beda ah. My Favorite Goodbye lebih terang. Pencahayaannya lebih baik.

    BalasHapus
  4. Kembar tapi beda bang, mungkin desainer covernya lagi lelah :D

    BalasHapus
  5. Yang kelima naikin contrast doang. :")

    BalasHapus
  6. Faktanya emang banyak sampul buku kembar tapi beda tipis :))

    BalasHapus
  7. Jeli banget, ya. Sangat informatif. Betapa seorang desainer itu juga perlu "piknik" agar tak terkesan menjiplak. :)

    BalasHapus
  8. Mungkin yang nomor 5 perlu ditelusur lebih lanjut, bro, soale kover awal Espressologist bukan yang itu. Yang kafe itu kover cetak ulang. Well, ini untuk bahan pembanding aja, mulai tahun kapan kover kafe itu digunakan dan siapa yang lebih dulu make, Espressologist atau Favorite Goodbye. IMHO.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterangan tahun yang ditulis di atas sudah sesuai tahun terbit versi kover yang dimaksud kok. Jadi, mana yang duluan bisa kelihatan dari tahun mana yang duluan. :))

      Hapus
  9. Mantap banget.... Sengaja atau enggak, atau yg sampulnya belakangan keluar penulisnya jarang baca buku. Atau mungkin akibat google search..!!

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!