Jumat, 28 Oktober 2016

Bisa romantis tanpa harus ada adegan aktor dan aktris utamanya berpagutan bibir, inilah salah satu hal esensial kenapa aku suka film roman asal Thailand. Walaupun mungkin ada beberapa orang nggak suka karena bahasanya terdengar aneh dan cempreng di kuping, tapi menurutku Thailand adalah salah satu negara yang layak dijadikan kiblat film komedi romantis. Keadiktifan ini juga yang jadi alasanku memutuskan berlibur ke Thailand bulan lalu dengan modal cuma bisa ngomong sawadi kap dan kop kun kap.

Formula film Thailand biasanya begini: roman + komedi, horor + komedi, atau yang murni horor. Karena nggak terlalu suka film horor, film Thailand favoritku hampir semuanya bergenre rom-com.

Nah, inilah 10 film Thailand favoritkudiurutkan dari yang suka sampai yang paling suka:


May Who (2015)
Film roman komedi berbalut fantasi, judul lainnya May Nai Fai Rang Frer. Bercerita tentang siswa kurang populer bernama Pong, yang naksir siswi cantik bernama Ming. Lalu siswi kurang populer bernama May, yang naksir kakak kelas atletis bernama Fame. Sebuah peristiwa mendekatkan Pong dan May, membuat mereka saling membantu untuk mendapatkan pasangan impian masing-masing. Yang lucu dan seru, ternyata karakter Pong di sini ahli bikin komik dan May punya kekuatan listrik yang dirahasiakannya.


One Day (2016)
Bercerita tentang Denchai, petugas IT yang selalu dalam kesendirian, dan kehadirannya di kantor hanya dianggap ketika ada yang butuh bantuan soal komputer. Denchai diam-diam naksir dengan Nui, pegawai berparas cantik yang bekerja bagian marketing. Dalam sebuah acara perjalanan kantor ke resor ski di Hokkaido, Nui mengalami kecelakaan saat bermain ski, kemudian membuatnya kehilangan memori ingatan sementara yang hanya berlangsung selama satu hari. Tanpa dinyana, Denchai memanfaatkan momen ini untuk mengaku-ngaku jadi pacar Nui. Agak berengsek memang, tapi entah kenapa jadinya so sweet.

ATM: Er Rak Error (2012)
Sepasang kekasih yang bekerja di bank dan melakukan hubungan 'terlarang' antara atasan dan bawahan. Hubungan rahasia keduanya baik-baik saja, sampai muncul konflik yang disebabkan kesalahan pemasangan software di sebuah unit ATM. Dua sejoli ini terpaksa turun tangan untuk mencari nasabah dan menagih kerugian yang disebabkan erornya ATM tadi. Konfliknya seru dan lucu!

The Little Comedian (2010)
Film dengan judul asli Baan Chan Talok Wai Gon ini bercerita tentang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Tock, hidup di dalam keluarga yang semua anggotanya memilik bakat menjadi komedian. Tock diminta ayahnya untuk melanjutkan estafet menjadi komedian, tapi masalah timbul saat disadari ternyata Tock nggak ada bakat melucu sama sekali. Leluconnya garing parah! Satu-satunya yang bisa tertawa mendengar lawakan Tock hanyalah seorang dokter cantik spesialis kulit bernama Ice. Walaupun tokohnya garing kayak bakwan baru diangkat dari penggorengan, tapi film ini malah jadi sangat menghibur.

SuckSeed: Huay Khan Thep (2011)
Diceritakan Ped naksir Ern saat masih duduk di bangku SD, tapi cintanya terpaksa kandas karena Ern tahu-tahu pindah ke Bangkok. Waktu SMA, mereka bertemu lagi karena Ern menjadi murid baru di sekolahnya Ped. Selain tentang cinta terpendam, film ini juga mengisahkan perjuangan Ped bersama Khung dan Ex membentuk band populer di sekolah. Cocok ditonton untuk bernostalgia ke masa putih abu-abu, walaupun di Thailand seragamnya beda warna (sangat informatif).

The Billionaire (2011)
Film yang judul lainnya Top Secret: Wai Roon Pun Lan ini diangkat dari kisah nyata Top Ittipat, pria yang sukses menjadi miliarder di usia muda. Menceritakan tentang Top yang pernah menjadi pencandu online game, putus sekolah, menjadi penjual kacang, keluarganya yang bangkrut dan banyak utang, tapi kemudian bangkit dengan tao kae noi-nya yang legendaris itu. Kegigihan patut dicontoh. Inspired!

I Fine..Thank You Love You (2014)
Judul lainnya Ai Fai Thank You Love You. Bercerita tentang wanita muda yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris bernama Pleng, yang mendapat masalah karena dituduh sebagai penyebab kepergian pacar seorang pria. Pria tersebut bernama Gym, yang kemudian menuntut tanggung jawab Pleng untuk mengajarinya bahasa Inggris agar bisa mengejar kekasihnya yang pergi ke Amerika. Di situlah benih cinta di antara keduanya timbul. Banyak adegan lucu di film ini walau terkesan komikal, misalnya waktu Gym menarik cawat remaja iseng yang memotret rok Pleng. Ditariknya sampai robek pula. Ya Rabb...

Hello Stranger (2010)
Berjudul asli Kuan Meun Ho, salah satu film dengan premis menarik. Tentang laki-laki dan perempuan yang berasal dari Thailand, secara nggak sengaja bertemu di Korea. Uniknya, mereka berkenalan tanpa memberi tahu nama masing-masing. Bahkan di sepanjang film nama mereka nggak pernah disebut. Bisa ditebak ke arah mana hubungan mas dan mbak anonim ini akan berlanjut. Alurnya romantis, tapi ending ceritanya memancing cucuran air mata.

A Little Thing Called Love (2010)
Kisah gadis culun naksir kakak kelas ganteng mungkin terdengar biasa, tapi film yang berjudul asli Sing Lek Lek Tee Reak Wa Rak ini dikemas dengan lebih dramatis sekaligus menghibur. Film yang bikin geregetan karena terbawa suasana cinta terpendamnya Nam dan Khun. Selain cecintaan ala remaja, film ini juga berisi tentang persahabatan antara Nam dan tiga temannya yang karakternya lucu-lucu. Pokoknya ini jenis film yang menguras emosi, dan jadi salah satu film remaja terbaik yang pernah kutonton.

The Teacher's Diary (2014)
Film drama romantis antara dua orang guru di sebuah sekolah apung. Uniknya, mereka saling tertarik padahal nggak pernah bertemu dan cuma berhubungan secara nggak langsung lewat sebuah buku diary. Selain romantis dengan caranya sendiri, film berjudul asli Khid Thueng Withaya ini juga berisi muatan pendidikan yang bikin haru. Satu-satunya film yang berhasil bikin aku mewek selang beberapa jam setelah menontonnya. Gila kan efeknya.


Kalau diperhatikan dari semua deskripsi film di atas, aku nggak pernah menyebut nama pemain filmnya. Selain karena memang agak ribet diketik, juga karena menimbang bahwa ada kecenderungan seseorang yang cuma mau nonton film gara-gara lihat nama pemainnya. Misalnya, ada temanku cewek yang cuma mau nonton filmnya Mario Maurer. Ini fenomena yang agak meresahkan. Karena penasaran kenapa cewek-cewek lebih berhasrat ke aktor Thailand yang namanya paling mudah dieja ini, waktu liburan ke Bangkok kemarin aku jadi iseng survei langsung. Kebetulan lokasinya di salah satu bilik Thai massage.

"Do you know him?" tanyaku ke mas-mas yang lagi asyik memijat punggung, sambil menunjukkan foto di akun Instagram Chantavit Dhanasevi. 
Beliau menggeleng dengan cekatan. 
"Him?" Berikutnya aku membuka akun Instagram Jirayu La-ongmanee. 
"ไม่ทราบ," jawab masnya seraya masih memijat bagian tubuh lain tapi bisa kupastikan masih di area aman. Masnya ngomong apa, sih? 
"Nah, do you know this guy?" Aku menunjukkan foto aktor Thailand terakhir yang aku follow. 
"Oh, Mario!" jawabnya antusias.

WELL...

Selain film di atas, sebenarnya masih ada beberapa film lain yang menurutku bagus: Bangkok Traffic (Love) Story (2009), My True Friend (2012), Timeline (2014), Heart Attack (2015) tapi nggak begitu favorit. Atau film berformat omnibus kayak Hormones (2008), 4bia (2008), Phobia 2 (2009), dan Seven Something (2012) yang nggak masuk favorit karena filmnya dibagi jadi empat cerita yang nggak semuanya bisa disukai secara keseluruhan.

Nah, kalau kamu, film Thailand favoritmu yang mana?



UPDATE!

Shutter (2002)
Alone (2007)
Cool Gel Attack (2010)
Countdown (2012)
Pee Mak (2013)
Cat a Wabb (2015)
Back to 90's (2015)

Selasa, 25 Oktober 2016

Selain rajin memberi rating di Goodreads untuk buku-buku yang sudah kubaca, sejak setahun terakhir aku punya kebiasaan memberi rating ke setiap film yang sudah kutonton. Kebiasaan ini terbantu oleh IMDb, situs/aplikasi movie-guide untuk pencinta film di seluruh dunia. Selain bisa memberi rating, di situ juga kita bisa melihat informasi detail film, mulai dari yang internal kayak judul, pemain, produser, sutradara, tanggal rilis, trailer, trivia, quotes, sampai soundtrack; atau juga informasi eksternal kayak review, kritik, penghargaan, pendapatan film, sampai update berita tentang film yang sudah dan akan rilis (coming soon).

Karena punya akun profil di IMDb, secara nggak langsung aku jadi punya "top rated" versi sendiri. Isinya film-film dengan rating di atas angka 8 bahkan sampai nilai sempurna, 10. Tentu saja semuanya subjektif, menurut seleraku sendiri.

Jadi, kemarin waktu iseng cek film-film di daftar "top rated", surprisingly ternyata di situ lumayan banyak film produksi Asia alih-alih film hollywood, padahal tontonanku didominasi film barat. Dan, beberapa film favoritku ternyata banyak film bollywoodsebutan nggak resmi untuk film India populer. Beberapanya lagi adalah film Thailand dan Korea (mungkin kapan-kapan akan kubuat daftarnya).

Setelah disusun jadi lis, inilah 10 film India favoritkudiurutkan dari yang suka sampai yang paling suka: