Minggu, 29 Januari 2017

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar tentang penjara? Tindak kriminal, kejahatan, narapidana, kurungan, sel, jeruji, apa pun yang pasti jarang berkonotasi positif. Ada banyak fakta-fakta tentang penjara yang mungkin belum banyak diketahui. Misalnya, sebutan penjara yang asal mulanya adalah penjera—tempat untuk membuat orang jera. Tentang penjara yang disebut dengan istilah hotel prodeokarena fasilitas di penjara kadang disamakan dengan hotel, sedangkan prodeo berarti gratis. Atau tentang kenapa di Indonesia, sebutan penjara diperhalus menjadi Lembaga Pemasyarakatan (LP, Lapas).

Istilah kepenjaraan di Indonesia sudah diganti menjadi pemasyarakatan sejak 27 April 1964. Kalau penjara dikenal sebagai tempat untuk membuat pelaku kriminal jera, maka Lapas ialah tempat untuk membina pelaku kriminal agar memperbaiki diri supaya bisa diterima kembali ke masyarakat. Istilah narapidana pun diganti menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan istilah sipir diubah menjadi polisi khusus pemasyarakatan (Polsuspas). Walaupun sudah rebranding selama itu, aku yakin istilah-istilah tadi masih terdengar kurang familier bagi segelintir orang. 

Ponten negatif untuk Lapas mungkin sebagian besar datang dari pemberitaan media massa, media elektronik, atau bahkan dari film-film yang kita tonton. Ada banyak sekali film yang mengambil latar penjara, mengambil tema kerusuhan atau pelarian dari penjara, yang secara nggak langsung membentuk persepsi kita terhadap citra dari lembaga satu ini. Tiap ada insiden pelarian dari penjara, wah pasti tahanan itu sering disiksa di sana makanya mau kabur karena nggak tahan. Tapi kalau di Lapas terlihat adem ayem dari dunia luar, wah pasti di sana fasilitasnya enak kayak di hotel makanya mereka betah di dalam. Serba salah, ya? Hahaha.

Kurang lebih 3 tahun bekerja di Lapas sebagai Polsuspas (nggak mau dibilang sipir, huh), entah kenapa aku jadi punya kecenderungan khusus menonton film-film berlatar penjara. Selain untuk sekadar hiburan, bisa jadi panduan menarik untuk belajar problem solving juga, ya kan? Dari apa-apa yang digambarkan di dalam film dengan latar penjara, aku nggak bisa membantah isu yang coba dijual kepada penonton sekaligus nggak akan mengamini semuanya juga. Karena namanya film sebagai media hiburan, pengadaan konflik itu perlu. Jadi, kalau ada adegan-adegan yang kurang bisa diterima akal sehat, salahkan sutradaranya saja, ya. (Pentingtahanan yang kabur dari penjara itu selalu punya alasan kenapa dia ingin kabur, oke?)


Nah, di bawah ini aku sudah bikin daftar film berlatar penjara yang aku suka. Saat menonton semuanya, aku tetap memosisikan diri sebagai penonton awam kok, jadi nggak akan bias. Daftarnya diurutkan dari film yang disuka sampai yang paling disuka. Tenang, nggak bakal spoilerHere we go~