Jumat, 21 Juli 2017

Salah satu hal yang aku takutkan dalam hidup adalah ketika membayangkan dengan cara apa aku akan mati kelak. Beberapa waktu lalu, aku mengalami dua kali kecelakaan motor dalam rentang kurang dari seminggu. Setelah kecelakaan terakhir, aku menuangkan keresahan diri kepada seorang teman dekat. "Kamu tahu nggak, dari sekian banyak faktor penyebab manusia meninggal dunia, aku paling nggak mau meninggal karena kecelakaan di jalan raya."

Aku belum siap ketika temanku menimpali, "Kalau aku, nggak mau meninggal karena bunuh diri." Saat selesai membahas itu, kami tertawa. Memang terkadang lucu membicarakan kematian pada saat kita baik-baik saja.

Bunuh diri bukan hal yang baru, memang. Namun, belakangan topik mengenai hal krusial ini kembali mencongol, layaknya sebuah film lawas terkenal yang akan diproduksi ulang dan ditangani oleh sutradara yang sedang naik daun. Masih segar dalam ingatan kita, berita tentang seorang pria yang merekam video langsung di akun Facebook-nya sebelum ia melakukan aksi gantung diri. Atau berita heboh tentang bunuh dirinya mantan vokalis band Audioslave, Chris Cornell. Belum hilang kabut kedukaan, dua bulan kemudian Chester Bennington vokalis Linkin Park pun turut bunuh diri menyusul Chris, sahabatnya.

Apakah bunuh diri itu menular?

Gambar diambil dari sini

Rabu, 19 Juli 2017

Tidak ada yang paling pas selain mampir ke Ayani XXI, bioskop yang paling difavoritkan oleh warga Pontianak, setelah jalan-jalan di bawah terik matahari menyengat di kota katulistiwa ini. Ada banyak alasan mengapa menonton di Ayani XXI merupakan hal yang paling menyenangkan.

Pertama, Ayani XXI memiliki fasilitas terlengkap dan termewah di antara bioskop-bioskop lainnya di ibukota Kalimantan Barat ini. Kedua, Ayani XXI selalu hadir dengan film terbaru dan tak kalah dengan kota-kota di Jawa.

Gambar: https://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/09/d5/67/f5/20151223-161920-largejpg.jpg

Minggu, 09 Juli 2017

Sesaat dan sesudah menulis daftar film Korea favorit beberapa bulan lalu, aku mengenal beberapa sutradara asal Korea Selatan yang sering membuat film-film bagus, seperti Park Chan-wook (Oldboy, The Handmaiden), Kim Ki-duk (The Isle, 3-Iron), dan Kim Jee-woon (I Saw the Devil,  A Tale of Two Sisters). Selain mereka, ada satu lagi sutradara yang filmnya selalu bagus dan nggak pernah mengecewakan, yaitu Bong Joon-ho. Selama masih diberi karunia hidup, minimal satu filmnya yang sudah harus kalian tonton.

Bong Joon-ho atau Joon-ho Bong ialah sutradara asal Korea Selatan yang lahir di Daegu, 14 September 1969. Ia pernah mengambil studi Sosiologi di Universitas Yonsei dan menjadi anggota klub film di sana. Setelah itu, ia menyelesaikan program dua tahun di Akademi Seni Film Korea, yang kemudian membuatnya memulai karier sebagai pembuat film. Beberapa kali mendapat penghargaan sebagai sutradara terbaik di berbagai ajang bergengsi baik di dalam dan luar Korea Selatan.