Kamis, 12 Oktober 2017

Membahas Aforisme dalam Film

Film, sebagaimana buku, adalah bentuk media hiburan. Namun, kadang kita nggak sadar, buku yang kita baca atau film yang kita tonton bisa memberikan lebih banyak dari apa yang kita sadari. Bukan cuma sekadar hiburan, tapi juga pelajaran tentang hal-hal. Aku bukan tipe penonton yang suka mengajak berpikir keras tentang pesan moral sebuah film karena daya ingatku cukup payah, kira-kira satu level di bawah Dory dalam Finding Nemo. Lagian kalau tujuan nonton film cuma untuk dapat pesan moral, ya mending nggak usah nontonlah, datang saja ke seminar-seminar motivasi.

Beberapa waktu lalu saat buka Youtube, aku nggak sengaja nonton video Presiden Jokowi waktu menyampaikan pidato di depan dewan kerja sama dan bisnis se-ASEAN tahun 2016. Di video itu, Jokowi menutup pidatonya sambil bilang, "Hasta la vista, baby!" dan membuat para hadirin di lokasi tertawa. Awalnya aku kurang mafhum di mana letak lucunya, sebelum akhirnya sadar kalau slogan itu dikutip dari film Terminator 2: Judgement Day (1991). Bukti kalau wawasanku soal film memang cetek. Hasta la vista berasal dari bahasa Spanyol, yang artinya "sampai jumpa". Frasa ini diucapkan oleh Arnold Schwarzenegger sebelum menembak musuhnya dalam film tersebut. 

Dalam bahasa Inggris, kutipan semacam ini sering juga disebut proverbs yang artinya pepatah atau peribahasa atau adagium. Aku jadi ingat masih banyak proverbs yang dikutip dari beberapa film terkenal lain. Mulai dari "Why so serious?"-nya Joker di The Dark Knight (2008) sampai "Cherish your life!"-nya Jigsaw dalam serial film Saw. Dari sekian banyak pepatah film terkenal itu, aku tertarik untuk mengulas empat yang menurutku bermakna cukup penting. Seperti yang kubilang di awal paragraf tadi, terkadang sebuah film memberikan pelajaran lewat hal-hal kecil yang nggak kita sadari, termasuk lewat kutipan dua atau tiga suku kata.




Hakuna matata
Ungkapan ini berasal dari bahasa Swahili yang secara harfiah berarti "jangan khawatir" atau kadang diterjemahkan sebagai padanan istilah no problem (tidak masalah). Perusahaan film animasi Walt Disney mengenalkan pepatah ini ke ranah internasional lewat film The Lion King (1994). Dalam film animasi tersebut, seekor meerkat bernama Timon dan babi hutan bernama Pumbaa menasihati seekor singa kecil bernama Simba, agar ia melupakan masalah yang dihadapinya. Filosofi hakuna matata yang mengajarkan kita untuk senantiasa bersabar ketika didera masalah, sering kali menginspirasi netizen untuk menulis pepatah ini di bio Twitter atau Instagram mereka. Sebuah self-reminder, mungkin.



Carpe diem
Pepatah ini tentu saja bukan bersumber dari term "diem diem menghanyutkan", tetapi berasal dari bahasa Latin. Ditulis pertama kali oleh seorang penyair bernama Quintus Horatius Flaccus (65-8 SM), yang lebih dikenal dengan nama Horace. Frasa ini pertama kali ditemukan dalam bukunya yang berjudul Odes, dengan larik lengkap: Dum loquimur, fugerit invida Aetas: carpe diem, quam minimum credula postero. Dalam bahasa Inggris, carpe diem sering diterjemahkan menjadi seize the day yang berarti "petiklah/raihlah hari". Maknanya kurang lebih berupa imbauan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, dengan implikasi bahwa waktu kita di dunia ini begitu singkat. Banyak sekali buku, film, dan lagu yang pernah mengutip frasa ini, tapi pertama kali aku mendengarnya dalam film Dead Poets Society (1989) yang diperankan oleh Robin Williams. Di film tersebut, seorang guru bahasa Inggris bernama John Keating mengenalkan 'carpe diem' kepada murid-muridnya di Welton Academy, sebuah sekolah asrama khusus laki-laki. 



Aal izz well
"All is well" atau "Everything is gonna be alright" mungkin sudah menjadi wejangan umum sejak dulu, tetapi seolah menjadi konsep yang baru saat diparafrasa ulang dalam film bollywood berjudul 3 Idiots (2009). Rancho, tokoh utama dalam film, selalu mengatakan "aal izz well" dalam logat India setiap kali berada dalam situasi kritis. Sehabis menonton film yang diperankan oleh Aamir Khan ini, penonton pasti tahu kalau aal izz well bukan hanya sekadar ejaan asal yang melampaui konvensi, tapi menjadi jenis pemikiran yang dirumuskan tanpa kehilangan makna aslinya. Bahwa setiap kali menghadapi situasi yang berada di luar kendali, terkadang kita perlu menenangkan diri kita atau menghibur orang-orang di sekitar kita dengan mengatakan, "Semuanya akan baik-baik saja."



Manners maketh man
Peribahasa ini disebut-sebut dicetuskan pertama kali oleh pria bernama William Horman (1440-1535), kepala sekolah di Eton School, Inggris. Horman menulis sebuah buku berjudul Vulgaria, istilah dalam bahasa Latin, yang bisa diterjemahkan sebagai "ungkapan sehari-hari". Buku tersebut menjadi karya terpentingnya, yang memuat kumpulan peribahasa umum, dan salah satu di antaranya adalah manners maketh man. Walaupun terbilang frasa lama, tapi pepatah ini makin populer setelah disebut dalam film Kingsman: The Secret Service (2014) dan sekuelnya Kingsman: The Golden Circle (2017), yang diucapkan oleh tokoh Harry Hart/Galahad yang diperankan Colin Firth. Manners maketh man kurang lebih bermakna bahwa sopan santun adalah apa yang membedakan manusia dari binatang. Kosakata 'maketh' sendiri adalah ejaan Inggris kuno, yang sering juga ditemukan dalam karya-karya Shakespeare, dan maknanya sama dengan makes (membuat). Jadi secara harfiah, artinya sopan santun yang 'membuat' kita manusiawi.


Ada yang mau menambahkan peribahasa lain dalam film? Silakan komentar di bawah, ya!

___________

Sumber rujukan:
http://disney.wikia.com/wiki/Hakuna_Matata
https://www.phrases.org.uk/meanings/carpe-diem.html
https://www.importantindia.com/23792/manners-maketh-man/

19 komentar:

  1. Apa yang terjadi di Green Miles, tetap di Green Miles.

    Apa yang terjadi di grup WA, tetap di grup WA.

    BalasHapus
  2. Parah, padahal Hasta la Vista itu kalimat legend Arnold Sxsxssxsnaeger di Terminator!

    Carpe diem kukira tadinya dari Bahasa Prancis. Haha. Proverbs di film yang aku ingat di antaranya "I can do this all day" di Captain America, "The Game Is On" di serial Sherlock, dan "Live long and prosper" di Star Trek. Yang gitu-gitu bukan sih? Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius, kemarin aku lupa itu kutipan dari mana. Hahaha. Ampun, baaang.

      Nah, "I can do this all day" juga bagus. Maknanya biar kita semangat setiap saat. Yeah!

      Hapus
  3. "Hail Hidra", "May the force be with you", dan "Winter is coming" termasuk juga, Do? Kalau di Indo yang paling legend mungkin, "Gila lu, Ndro!" itu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, bisa.

      Kalau di Indonesia, tentu saja yang memorable "Salah gue? Salah temen-temen gue?"

      Hapus
  4. Kalo seruan.. atau panggilan..
    "Katemi ..."

    BalasHapus
  5. Gue malah baru tahu kalo hasta la vista pernah muncul di film terminator. Sebagai seorang bocah yg pernah mengganti nama facebooknya dengan nama belakang "connor" gue merasa gagal.

    Yang paling gue ingat malah

    "Talk to the hand"

    Karena frasa ini sering gue gunakan menguji kesabaran orang. Saat dia ceita panjang lebar, setelah mau selesai gue akan mengangkat tanggan dan menggeluarkan frasa keren ini. Setelahnya biasanta tangan gue di rebus sama temen.

    Yess gue komen panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HEEEY, ICHSAN CONNOR!

      "Talk to the hand" ini dari Terminator 3, ya? Ada lagi frasa "I'll be back"

      Kayaknya seru nih kalau nonton ulang filmnya. Haha

      Hapus
  6. "Why so serious?" itu nempel banget buat gue, sih. Joker memanglah~ :3

    Kalau boleh menambahkan, gue jadi inget kata-kata filsuf, "Lambe dijogo, Jok!".
    Sumpah, itu keren abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Joker memang karakter villain idola kita semua!

      Hapus
  7. Yang Hakuna Matata aku malah taunya dari 200 Pounds Beauty, film Korea. Huhuhuhu. Hmm kalau "Dormammu, I've come to bargain!" dari Doctor Strange itu termasuk aforisme nggak, Kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya, itu juga. Di film 200 Ponds Beauty, ada tokoh ceweknya bikin tato pakai simbol Hakuna Matata.

      Menurut definisi dalam sastra sih, aforisme itu pernyataan yang padat dan ringkas, terus mengandung makna kayak peribahasa. Tapi karena kita lagi bahas film, kayaknya boleh aja dimasukin. Yang penting pas nyebut kutipannya, ingat filmnya. Heuheu

      Hapus
  8. kali pertama tahu Carpe diem malah via drama korea yang chicago typewriter itu, ha!

    BalasHapus
  9. Mungkin semacam semboyan ya kang?

    Hmmm berhubung referensi film saya masih cetek, Agia Manis cuma bisa nambahin satu kutipan: “It’s Showtime!” yang maen Robert De Niro sama Eddie Murphy tuh.

    BalasHapus
  10. dead poet society, salah satu film favorit.

    mau nambahin dong kang rido, "may the odds be ever in your favor" dari hunger games, "may the force be with you" star wars, dan "run, forrest, run" dari forrest gump.

    kalau di indonesia, aforisme begini banyak ditemukan di film-film warkop. sama kyk pendapat ilham di atas.

    BalasHapus
  11. Yippie Kai yei! dari Bruce Willis di tetralogi Die Hard :)

    BalasHapus
  12. Carpe diem sering dengeerr..tapi liat dan denger mv kpop atau drakor wkwk

    salam kenaal

    BalasHapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!