Sabtu, 24 Maret 2018

Tampil Kasual dengan Outfit dari Carvil

Sudah hampir satu bulan terakhir, aku resmi jadi pekerja penuh waktu di kantor. Rutinitas yang biasanya santai, otomatis berubah total. Saking terkurasnya waktu oleh jam kerja yang padat, jadi sekarang hampir nggak ada waktu untuk sekadar nonton film, baca buku, apalagi jalan-jalan untuk mengisi feed Instagram. Waktu libur hari Minggu pun seolah jadi momen pembalasan, mesti dimanfaatkan untuk hangout ke mana saja. Karena hampir setiap hari berkegiatan formal, pagi sampai sore pakai seragam kerja, jadi saat libur inilah satu-satunya kesempatan untuk tampil santai dengan pakaian kasual.

Omong-omong soal tampil kasual, sebetulnya aku tipe orang yang nggak suka dengan apa-apa yang terlalu ribet, termasuk dalam hal berpakaian. Jadi, setiap keluar rumah, aku lebih suka pakai outfit yang simpel. Contohnya seperti outfit yang akan kubahas dalam tulisan ini. Kebetulan paduan outfit yang aku pakai kali ini semuanya adalah produk fesyen dari salah satu brand ternama di Indonesia, Carvil.



Sampai saat ini, Carvil telah sukses menelurkan berbagai produk penunjang penampilan mulai dari alas kaki hingga berbagai produk fesyen untuk wanita, pria, dan anak–anak. Tiga item dari Carvil yang sekarang aku pakai adalah polo shirt, jeans, dan sandal footbed. Mari kita ulas satu per satu.

Polo Shirt

Salah satu baju atasan paling serbaguna yang bisa dimiliki cowok selain kemeja, tentu saja polo shirt. Kaus polo bisa dibilang pakaian musim panas yang ideal dan setidaknya harus ada dalam lemari para cowok. Karena bentuknya yang semi-formal, pakaian jenis ini dapat dipasangkan dengan bawahan model apa saja baik celana pendek atau panjang, ataupun bisa disandingkan dengan outer lain seperti sweater maupun cardigan.

Pilihanku jatuh pada Carvil Polo Shirt TOS A23 dengan bahan cotton 24s lacoste. Desain kaus polo ini sangat simpel, tanpa kantong, dan cuma ada embroidery logo kecil di bagian dada. Kaus polo dari Carvil ini hampir sama dengan kaus polo merek lain, yaitu akan terlihat fit kalau dipakai oleh mereka yang berbadan tinggi dan atletis. Untuk yang bodinya kurang atletis kayak aku dan terbiasa pakai kaus standar ukuran M maka harus sadar diri agar memilih polo shirt yang ukurannya lebih kecil, yaitu S. Tapi kalau telanjur beli polo shirt yang kombor, mungkin bisa diakali dengan cara dimasukkan ke dalam bawahan seperti jeans. Mungkin agak terlihat old school, tapi Brandon Salim aja sering pakai style yang sama kok.


Sim-fit Jeans

Jauh sebelum demam jaket denim kayak yang dipakai Dilan, bahan denim hampir selalu menjadi favorit kalangan cowok, terutama dalam bentuk jeans. Beberapa tahun yang lalu, jujur aku sempat mogok pakai jeans. Soalnya waktu bobotku naik drastis melampaui angka 70 Kg, aku mesti say goodbye ke beberapa koleksi jeans di lemari. Nggak ada yang muat lagi, bos. Jadi dengan terpaksa beralih temporer ke celana chino.

Namun, sekarang model jeans sudah banyak jenisnya, nggak melulu dad-look kayak model jadul. Salah satu alasan kenapa aku masih bertahan pakai jeans karena sekarang ada yang tipe slim-fit

Bawahan celana yang aku pakai adalah Carvil Mens Jeans Vino-LB dengan ukuran 32 (lingkar pinggang 78 cm dan panjang 101 cm). Aku suka sekali motif dan warnanya yang light-blue. Apalagi bahannya denim stretch, dengan model saku belakang yang nggak norak. Tapi masalahku selalu sama tiap beli celana. Entah kenapa selalu agak kepanjangan di bagian bawah, jadi mesti dilipat atau malah dipotong sekian senti dulu biar makin necis. 

Terlepas dari apa kamu penggemar berat jeans tipe slim-fit kayak aku atau kamu lebih suka yang tampilan boot-cut, yang jelas pasti ada celana jeans yang bisa mencintaimu dari pinggang ke bawah.


Footbed sandal

Bagian terakhir yang nggak kalah penting dari rencana untuk tampil kasual adalah pilihan alas kaki. Kalau bosan pakai sepatu, kamu bisa coba substitusi dengan Carvil Anatomic Footbed Sandal kayak yang aku pakai. 

Sama seperti sandal footbed merek lain, sandal footbed dari Carvil juga didesain khusus agar mampu menjaga kesehatan kaki. Bagian tengah dari desain sandal footbed ini dibuat menyatu, sehingga orang yang memakainya akan merasa nyaman sewaktu berdiri dan berjalan. Desain yang menonjol antara jari kaki dan telapak kaki pun dapat mengurangi kemungkinan terjungkal. Bahan insole yang lembut melindungi permukaan telapak kaki, merangsang titik akupuntur selama berjalan, sehingga mengurangi rasa lelah. 

Dengan sistem proteksi tinggi seperti yang disebut barusan, susah untuk nggak jatuh hati dengan sandal ini. Terutama juga karena tampilannya yang lumayan oke untuk menyempurnakan tampilan outfit santai sesuai selera fesyenmu. Dan, pastinya nggak perlu sampai beli footbed merek luar negeri yang mahal. Cukup dengan Carvil—kualitas terjamin, awet, nyaman dipakai, dan harga juga terjangkau.

2 komentar:

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!