Sabtu, 28 Juli 2018

Pengalaman Berkendara dengan Yamaha X-Ride

Berbeda dengan Haris Firmansyah yang beli motor kreditan karena dijebak orang tua, dulu aku beli motor biar nggak tepar tiap pulang kerja.

Sebelum memutuskan ganti motor baru, sebetulnya aku sudah cukup puas punya motor gede tipe sport yang berpotensi dilirik cewek sambil teriak, "Bonceng aku, Mas!" Namun, pada akhirnya aku sadar dua hal. Pertama, ternyata motor gede agak percuma kalau tampang empunya nggak bikin pede. Kedua, pakai motor kopling itu melelahkan, Jenderal!

Bagaimana nggak, motor kopling mengharuskan tangan kita standby mengatur perpindahan gigi persneling untuk mengatur kecepatan. Jadi, tentu saja motor kopling dan kondisi jalan macet bukan kombinasi yang bagus. Sebab semakin macet jalan, makin pegal pula tangan. Rasa-rasanya, motor kopling kurang ramah untuk dipakai di jalanan macet ke kantorku yang jaraknya kurang lebih satu jam perjalanan dari Palembang.

Setelah mempertimbangkan kalau badan remuk tiap pulang kerja bukanlah ide brilian, aku mulai kepikiran untuk beli motor matik, biar simpel dan nggak rempong oper gigi apalagi main kopling. Pilihan matik pertamaku jatuh ke Yamaha X-Ride keluran tahun 2015.

Yamaha X-Ride - Orange Black - 2015


Pengalaman Memakai Yamaha X-Ride 2015

Saat pertama kali melihat penampakan X-Ride, aku langsung sadar kalau tampilannya memang agak nyeleneh dibanding model skuter matik lain. Sebagian orang ada yang bilang bentuknya aneh dan terlalu telanjang, tapi menurutku malah kelihatan unik dan out of the box.

Yang mencolok dari X-Ride, bentuk desain bodinya terkesan cowok banget. Tanpa bermaksud patriarki atau apa, tapi memang ukurannya lumayan semampai dan jarak main ke tanah (ground clearance) cukup tinggi, jadi menurutku cenderung kurang cocok dikendarai rata-rata cewek. Temanku yang biasa pakai Yamaha Mio bahkan kaget waktu coba naik X-Ride.

Selain itu, desain speedometer-nya juga tampil beda karena masih menggunakan sistem analog. Speedometer X-Ride terlihat simpel dengan tiga lampu indikator, yaitu indikator sein, indikator lampu jauh, dan indikator injeksi. Dengan motif bulat berwarna hitam, tanpa kap macam-macam, jadi enak dipandang. Makanya nggak heran lagi kalau speedometer X-Ride sering jadi alternatif modifikasi untuk dipasang di motor lain.
Speedometer Yamaha X-Ride
Paling penting lagi, ergonomi matik Yamaha ini menyamankan pengguna. Bobot motor yang ringan memudahkan kita untuk memindah atau menggeser motor saat parkir. Dimensi X-Ride pun terrasa pas di badan. Desain bodi X-Ride yang lumayan ramping memudahkan pengguna untuk menyalip di jalanan yang macet, serta memungkinkan juga untuk dikendarai di jalan yang semi off-road.

Di samping itu, menurutku masih ada beberapa kekurangan X-Ride 2015. Antara lain minusnya kotak penyimpanan di dasbor yang bisa jadi tempat untuk menyimpan barang-barang kecil. Sebetulnya itu juga bisa jadi kelebihan karena ruang pijakan kaki jadi lebih lebar. Nah, sayangnya lagi boks penyimpanan di bawah jok juga relatif kecil. Kapasitasnya yang terbatas hanya muat untuk menaruh jas hujan atau tas ukuran kecil.

Bagaimana dengan Yamaha X-Ride 2018?

Baru-baru ini, PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan produk X-Ride generasi kedua yang diberi nama All New X-Ride 125. X-Ride tipe baru ini seolah-olah menjawab tantangan konsumen yang memimpikan skuter matik berpenampilan lebih gaul dengan model off-road


Sebagai generasi penerus, All New X-Ride 125 tentu saja tampil lebih oke dari pendahulunya. Walaupun tetap menganut model telanjang, desainnya dibuat lebih sporty dan ringan. Spesifikasi pun mengalami peningkatan yakni pada sektor ruang pacunya. Jika pada generasi pertama kubikasi mesin hanya 115 cc, sesuai namanya X-Ride 125 dibekali dengan kapasitas mesin lebih besar yakni 125 cc Blue Core. Dengan bekalan mesin yang semakin mumpuni, X-Ride 125 tentu bisa digunakan di jalanan perkotaan maupun untuk berpetualang.


Tampilan All New X-Ride 125 juga dilengkapi flat seat, naked handle bar, dan modern head light. Jok dengan desain rata memudahkan pengguna mengatur posisi duduk saat berkendara. Dengan dimensi lebih lebar, stang semakin mantap di segala kondisi jalan. Terus lagi, bodi depan tunggangan ini dipasangi lampu LED dengan kombinasi Daytime Running Light (DRL) yang membuatnya lebih stylish, terang, dan tahan lama.


Selain perubahan pada segi eksterior, skuter matik Yamaha ini juga dilengkapi dengan ragam fitur-fitur berteknologi tinggi dan modern. Salah satu yang menarik, All New X-Ride 125 dibekali dengan fitur Answer Back System. Jika tombol pada kunci motor ditekan, secara otomatis sensor yang terdapat pada X-Ride akan berbunyi. Fitur ini tentu saja akan memudahkan pengguna ketika kesulitan mencari motor di lokasi parkir.

Duh, jadi kepikiran mau upgrade motor lagi...

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Si kampret! Tapi ini desain motornya memang mirip Honda Zoomer X sih hahaha

      Hapus

Silakan berkomentar. Lihat apa yang akan terjadi!